KERJA ITU IBADAH

» Diupdate Tgl. 01/06/2016 | Kategori Artikel

Menurut British Medical Journal, serangan jantung meningkat sampai 20% pada hari Senin. Entah kenapa. Btw, berdasar survey saya dan tim selama ini, setidaknya ada lima penyebab mengapa orang cenderung berkeluh-kesah di kantor.

Pertama, kurang dihargai perusahaan (secara materi dan non-materi). 
Kedua, tidak mencintai pekerjaan. 
Ketiga, tidak menyukai lingkungan kerja. 
Keempat, tidak memaknai kerja sebagai ibadah. 
Kelima, kurang bersabar juga kurang bersyukur. 
Dan menariknya, satu sebab saja tidak membuat orang serta-merta jadi tukang keluh.

Bukan di kantor saja, melainkan di mana saja, kita baiknya menghindari keluh-kesah. Karena memang merugikan. Benar-benar merugikan. Bukankah mengeluh itu bisa merusak pikiran, kesehatan, juga keberuntungan? Dan satu hal ini mesti Anda catat baik-baik, kalau Anda ingin bejo alias beruntung maka Anda harus menghindari sikap BEJO.

Empat huruf yang membentuk BEJO ini adalah singkatan yang maksudnya Blame alias menyalahkan orang lain, Excuse alias mencari-cari alasan, Justify alias membenarkan diri sendiri, dan Ostrich alias tidak mau tahu. Tak perlu dipikir-pikir lagi, hindari saja semuanya.

Misal, di kantor Anda memiliki atasan seperti si boss di film My Stupid Boss atau film Horrible Boss. Benar-benar menjengkelkan. Apa saran saya? Yah, ubah. Kalau nggak bisa, pindah. Kalau nggak bisa juga, tetaplah bekerja dengan baik. Lha, kenapa? Begini.

Sekiranya Anda bekerja dengan baik, maka:
- pengalaman dan jam terbang Anda tetap bertambah
- relasi dan nama baik Anda tetap terjaga
- berimbas pahala karena kerja dimaknai ibadah
- si boss malah kehilangan semuanya
- Anda untung, si boss yang rugi

Terlepas dari itu, tak semua negara mengenal konsep kerja adalah ibadah. Beruntunglah, walaupun belum sempurna penerapannya, Indonesia sedikit-banyak mengenal konsep ‪#‎KerjaItuIbadah‬.

Satu hal lagi, seburuk apapun keadaan, tetaplah pelajari sisi-sisi baik dari si boss. Toh, dengan segala kekurangannya, dia berhasil menjadi boss. Iya tho? Pasti ada kelebihannya. Ada kejadian di mana seorang boss yang menjengkelkan ternyata memiliki impian yang kuat dan dia pun berseru, “Impossible, we do. Miracle, we try.” Ini kan bagus. Kenapa nggak dipelajari dan ditiru?

Dari Ippho Santosa


« Arsip Tulisan