GAGAL MENDAPATKAN YANG BESAR

» Diupdate Tgl. 11/06/2016 | Kategori Artikel

Seringkali terjadi, gara-gara yang kecil, yang besar hilang.

Endang (34), staff administrasi dan keuangan PT. Maju Bersama, perusahaan garmen, memutuskan berhenti. Ia bosan dengan status dan penghasilannya sebagai karyawan. Bisnis. Ini adalah tujuan utamanya sekarang. Kebetulan, kesempatan dan celah ia dapatkan.

Sementara itu, Endang punya kawan SMU yang sekarang menjadi karyawan koperasi sebuah perusahaan tambang emas di Bogor. Lewat bantuan temannya itu, Endang diarahkan untuk menjadi mitra koperasi untuk pengadaan barang-barang untuk keperluan kantornya.

Nilai transaksi bulanannya cukup menggiurkan. Kantor tersebut dengan ribuan karyawannya perlu pengadaan barang-barang kantor tidak kurang dari 200-300-an juta per bulan. “Ini kan sebuah kesempatan,” pikirnya.

Urusan modal pertamanya, ia dapatkan dari relasi kawannya. Endang diperkenalkan kawannya itu sebagai yang punya proyek, yang punya ide, kepada salah satu rekanan bisnis di bilangan Senen.

Lengkap keyakinan Endang untuk berhenti. Setelah dia pikir-pikir lebih masak lagi, ia memutuskan untuk mengajukan permohonan berhenti. Katanya, “Saya kepengen lebih fokus. Siapa tahu jalan saya memang di sini.”

Karena Endang berhenti atas kemauannya sendiri, dia tidak dapat pesangon. Endang paham aturan ini, tapi ia tetap sewot, karena tidak ada tanda terima kasih bosnya.

Ia merasa kerja selama tujuh tahun seperti tidak dihargai. Karena sewotnya, Endang berencana akan ngakalin kantornya itu lewat pajak. Harapan dia akan beroleh keuntungan. “Hitung-hitung pesangon,” kata Endang.

Beruntung Endang dikaruniai istri yang salehah. Istrinya ini mengingatkan, bahwa kalau dia jalani rencananya berarti dia sudah melakukan penipuan. “Dan Allah tidak suka dengan tipu daya Mas,” kata istrinya. Itupun juga menandakan kebusukan hati.

Istrinya juga mengingatkan bahwa dia kan sedang dalam rencana bisnis yang lebih besar daripada angka penipuan lewat pajak. Andai jadi penipuan itu, boleh jadi bisnisnya bisa gagal.

Belakangan Endang tidak jadi ngegetok kantor lamanya. Ia memilih bersabar dan menerima semua kejadian sebagai tahapan yang memang harus dilaluinya.

Pembaca, banyak hal yang bisa merusak masa depan kita. Salah satunya adalah sebab kita memperturutkan hawa nafsu dan tidak sabar dalam menggapai keinginan. Nampaknya kita harus senantiasa belajar mengendalikan nafsu.

Jangan tergoda hal kecil, bila mempunyai tujuan yang besar.

Dari Ustadz Yusuf Mansur


« Arsip Tulisan